|
Sekolah Kristen Lentera didirikan untuk memenuhi panggilan melayani anak-anak sebagaimana anugerah Allah. Anak seringkali menjadi objek kaum dewasa. Anak dianggap belum apa-apa bahkan lebih parah lagi bukan siapa-siapa.
Tuhan Yesus marah karena kesalahan ini! “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku,” sahut Tuhan Yesus kepada para murid, yang sudah berusia dewasa itu. Tuhan Yesus menempatkan anak sebagai subjek penting, bahkan menjadi kriteria seseorang untuk memiliki masa depan kekal, yakni bagi mereka yang mau menjadi seperti anak akan menjadi yang empunya Kerajaan Allah. Anak adalah subjek.
Sekolah Kristen Lentera ingin menjawab panggilan untuk menjadi pemimpin bagianak-anak. Prosphero adalah kata yang tepat untuk menggambarkan tanggung jawab tersebut. Lead to itulah terjemahan dasar dari kata prosphero yang dipakai Markus untuk menjelaskan bagaimana kaum dewasa membawa anak-anak kepada Tuhan untuk menerima berkat-Nya.Sekolah adalah pemimpin anak-anak.
Sekolah Kristen Lentera menyadari bahwa anak memiliki kekhasan yang teachable dan touchable. Mau diajar merupakan sifat dasar setiap anak. Ironisnya, kaum dewasa lebih lagi para murid Tuhan telah menjadi penghalang bagi anak-anak untuk diberkati Allah. Karenanya, Tuhan Yesus, sang pencipta ex-nihilo, memeluk dan meletakkan tangan-Nya di atas anak-anak untuk memberkati mereka. Anak teachable dan touchable.
Selamat mengenal panggilan hidup yang indah dan abadi bersama Sekolah Kristen Lentera …
Mei 2011 Pdt. Budimoeljono Reksosoesilo
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
|